Kamis, 24 Oktober 2019

Bawakan Konsep Persatuan, 3 Mahasiswa Desain Komunikasi Visual UEU Juara di Lomba Desain Meme DKI Jakarta

Upaya Mempersatukan Kita, Sebuah Meme dari Mahasiswa DKV
Esaunggul.ac.id. Tiga mahasiswa DKV (Desain Komunikasi Visual) Esa Unggul yakni Gilang Chandra S (20161002010), Fahreza Ramadhan (20161002017) dan Dinda Dian Pamungkas (201610029) berhasil mendapatkan Juara dua dalam ajang Lomba Desain Meme yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi DKI Jakarta pada September hingga Oktober.

Ketua Tim DKV UEU, Gilang Chandra S menjelaskan dalam ajang tersebut karya Meme yang dibuat oleh Mahasiswa UEU memiliki konsep keberagaman di Indonesia dengan beragam budaya yang ada dalam kehidupan sehari-hari. “Jadi konsepnya itu persatuan sedangkan temanya itu tunjukan jiwa persatuan dan kesatuan bangsa serta karakter bangsamu sekarang,” ucapnya.

Gilang pun mengatakan diangkatnya tema tentang persatuan tersebut merupakan sebuah cara bagi dirinya dan kedua temanya untuk menyuarakan Persatuan bangsa melalui media visual. Apalagi milenial atau anak muda saat ini, lanjut Gilang lebih aware untuk diberikan pesan lewat cara-cara yang unik salah satunya dengan meme.
“Menurut kami kebaragaman dinegara kita itu paling menonjol, sehingga tema ini sangat menarik untuk diangkat apalagi sejumlah peristiwa yang terjadi di negara kita akhir-akhir ini mengikis rasa persatuan dan kesatuan bangsa, sehingga karya yang kami buat dapat dijadikan ajang campaign tim kita secara personal untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan dinegara kita ini , selain itu sbg ajang edukasi bagi remaja akan pentingnya menjaga persatuan serta kesatuan,” terangnya.
Suasana Saat Mahasiswa UEU di Panggung Lomba Desain Meme
Sebelum mendapatkan konsep dan tema persatuan, mahasiswa semester tujuh ini meneruskan timnya menemui kesulitan diawal pemilihan tema, setelah melakukan diskusi dan Brain stroming dengan sejumlah teman dan dosen DKV kesulitan tersebut dapat dipecahkan.
“Kalau kesulitan secara teknik dalam pengerjaan MEME sih gak ada, karna memang terjun di bidangnya. Paling kesulitan dikonsep , karna posisi kita sbg desainer grafis itu kan sbg problem solving dari setiap permasalahan visual yang ada. Jadi butuh proses riset diskusi sampai nemu keyword sama keyvisual yang dijadiin acuan ke proses visualnya nanti,Teknik yang digunakan digital painting menggunakan wacom” ucapnya.
Dirinya dan timnya berharap dari hasil yang didapatkan dari ajang ini mampu memberikan motivasi untuk menghasilkan karya-karya yang luar biasa. Karya luar biasa yang dimaksud oleh Gilang dan temanya ialah karya yang mampu memberikan sumbangsih kepada masyarakat untuk selalu merawat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
“Kalo dari tim kita sendiri sih mengalir aja dan lebih termotivasi untuk selalu berkarya , kita lebih banyak nanem biar nanti tinggal metik hasilnya. Kalau harapan kedepan nya bisa jadi calon calon creator visual yang kerja bukan karna profit aja , tapi lebih ke fungsional terhadap masyarakat,” tutupnya. (Ras)

Rabu, 23 Oktober 2019

Mahasiswa DKV UEU jadi Delegasi dalam acara KMDGI XIII


Esaunggul.ac.id, Kryasana Mahasiswa Desain Grafis Indonesia (KMDGI) ke-13 di gelar di padang, 3,4,5 Oktober 2019.  KMDGI sendiri merupakan tempat berkumpulnya para mahasiswa dan profesional di bidang Desain Grafis dari seluruh Indonesia.

Ketua Program Studi DKV Universitas Esa Unggul Ahmad Fuad, S.Sn, M.Ds menerangkan dalam pertemuan KMDGI tersebut Universitas Esa Unggul mengirimkan 6 orang delegasi yakni Teodorus Septio Bala Karang, Nanda Juliyan, Ananda Jalu Prasetyo Wibisono, Feni Astriko, Kintani Putri.

Fuad pun menjelaskan sejumlah kegiatan diselenggarakan dalam KMDGI ke-13 diantaranya diskusi, perkenalan sesama delegasi hingga saling sharing diantara sesama Desiner Grafis. “KMDGI kali ini dititik beratkan pada Diskusi, Acara seminar workshop tentang DKV,” terang Fuad di Universitas Esa Unggul,beberapa waktu yang lalu.



Dirinya berharap dari acara KMDGI ini, para mahasiswa  Esa Unggul mendapatkan pengalaman baru dengan bertukar pengalaman serta sharing terkait desain Grafis. “Acara ini diadakan dua tahun sekali, sehingga momentum KMDGI ini sangat tepat bagi para mahasiswa dan dosen untuk mengembangkan pengetahuannya terkait desain Grafis karena berkumpul dengan sesama pelaku di bidangnya. Peserta yang hadir pun dari berbagai daerah seperti Perwakilan dari Aceh, Sumatera, jakarta, jawa timur, malang, semarang, solo, jogja, bali, sulawesi dan kalimantan,” Tutupnya.

Senin, 29 Juli 2019

Mengolah Rasa Menjadi Karya, Mahasiswa DKV UEU Gelar Pameran House of Art & Desain



Esaunggul.ac.id. Suasana berbeda terlihat saat kita memasuki Lobi Utama Gedung Kampus Universitas Esa Unggul. Terlihat sejumlah karya seni mahasiswa Desain Komunikasi Visual UEU terpampang dengan rapi. Karya seni yang dipamerkan tersebut terdiri dari Karya Illustrasi dua Dimensi dan sample karya Corporate Identity Project.


Tri Wahyudi, Dosen Desain dan Industri Kreatif Esa Unggul menerangkan pameran ini digelar sebagai wadah mengakomodir kreativitas mahasiswa DKV dari kelas Paralel maupun Reguler yang telah menelurkan sejumlah karya dan kreasi selama beberapa semester untuk dapat ditampilkan dan dinikmati oleh masyarakat luas.
“Mahasiswa Desain itu kan fokusnya ke karya seni, karya itu sudah sepatutnya dirayakan dan dinikmati oleh masyarakat luas. Pameran ini merupakan momentum yang tepat bagi para mahasiswa Desain untuk memerkan karya mereka sehingga dapat diapresiasi oleh masyarakat,” ujarnya.

Sejumlah Karya yang dipamerkan

Pameran DKV kali ini mengangkat tema House Of Art & Desain, Tri menjelaskan dipilihnya tema tersebut dikarenakan Ruangan dan kegiatan pameran menjadi tempat dari munculnya inisiatif ide kreativitas untuk melakukan kegiatan Seni dan Desain. ” Karena ide kreatif itu munculnya bisa dari manapun, bisa ketika berada di sebuah ruangan fisik ataupun ruangan dari hati kita sehingga kita bisa merasakanya dan dapat berimajinasi tentang karya yang dapat kita buat,” ucapnya.


Dirinya berharap pameran ini menjadi semacam perkenalan masyarakat tentang bagaimana mengapresiasi karya seni, dan tentunya menjadi pengalaman baru bagi para mahasiswa DKV untuk menghasilkan sejumlah karya yang dapat dinikmati oleh masyarakat. “Intinya mereka dapat mengolah perasaan menjadi sebuah bentuk karya seni, itu sangat luar biasa. Mudah-mudahan mahasiswa mampu menelurkan karya-karya mereka kembali,” tutupnya.
Dalam pameran ini pun pengunjung dapat melihat sejumlah karya seni dan berfoto, pameran ini sendiri digelar mulai tanggal 23 Juli-03 Agustus 2019. Dan tentunya gratis.

Jumat, 12 Juli 2019

Minimalis Tapi Manis, Begini Keseruan INTRVL 19 Universitas Esa Unggul

INTRVL 19
Esaunggul.ac.id, Seperti tahun-tahun sebelumnya paggelaran akbar INTRVL kembali dilaksanakan oleh Mahasiswa Fakultas Desain dan Industri Kreatif yang diselenggarakan di Ballroom Aula Kemala 1-5 Juli 2019. Pada tahun ini INTRVL menggelar sejumlah kegiatan menarik yang dapat dinikmati oleh seluruh pengunjung INTRVL.
Ketua penyelenggara Intrvl 19, Hafidz Yusuf, menje;askan sejumlah kegiatan yang ada di INTRVL 19 yakni Pameran Karya seni dari mahasiswa UEU dan masyarakat umum, Lomba melukis celana Denim, Turnamen olahraga, Seminar Seni Kreatif dan ditutup dengan acara musik.
“Sejumlah kegiatan kami sediakan untuk menghibur para pengunjung INTRVL 19, yang paling menarik ialah pameran karya seni yang dapat dilihat dan dinikmati oleh pengunjung. Kami menyediakan karya seni seperti Product Desaign, Interior, Seni lukis dan Fashion Desaign, yang lebih menarik lagi kami menyediakan Foto Booth yang kami desain semenarik mungkin agar pengenjung bisa berfoto dan tentunya Instagramable,” ucap Hafidz.
Mahasiswa Desain Komunikasi Visual ini pun melanjutkan pada tahun ini INTRVL 19 mengambil tema Disrecpectful atau sikap yang kurang dihargai. Menurut dipilihnya tema tersebut dikarenakan Disrecpectful seringkali dirasakan oleh para pekerja seni khususnya mahasiswa desain.
“Banyak masyarakat yang memandang dengan sebelah mata profesi pekerja seni desain, setereoptape seperti inilah yang seharusnya dapat dirubah karena sebuah karya seni dalam bentuk apapun itu, merupakan hasil pemikiran yang terkonsep dan dilakukan secara profesional serta membutuhkan kreativitas yang tinggi. ” ujarnya.
Sejumlah Karya yang dipamerkan
Hafidz bersama teman-teman DKV berharap acara INTRVL 19 ini mampu memberikan hiburan dan edukasi terkait seni desain Kontemporer yang dapat dinikamti oleh seluruh masyarakat luas. “Dan yang terpenting adalah pesan yang ingin kami sampaikan dalam INTRVL 19 ini mampu dipahami dan dimengerti oleh masyarakat luas, bahwasanya seni dan daya kreativitas itu merupakan hal mahal yang perlu dihargai dan diapresiasi,” tutupnya.

Rabu, 10 April 2019

Cara Mahasiswa DKV Menemukan Inspirasi Dalam Berkarya di Bandung


Beberapa Mahasiswa yang sedang melakukan Workshop Lukis
Esaunggul.ac.id, Bak seorang Seniman, sebanyak 70 mahasiswa semester dua Desain Komunikasi Visual (DKV) UEU berguru ke Kampung Lukis, Jelengkong, Bale Endah Kabupaten Bandung Jawa Barat. Di kampung lukis ini, para mahasiwa melakukan Workshop Seni lukis yang dilaksanakan pada 26 Maret lalu.
Ketua Program Studi DKV UEU, Ahmad Fuad, S.Sn, M.Ds mengatakan Tujuan para mahasiswa mengadakan kegiatan ini, tidak lain untuk meningkatkan skill dan kemampuan dalam mem-visualisasikan imajinasi dan ide mereka ke dalam sebuah karya. Dipilihnya Bandung sebagai tempat mengaktualisasikan karya selain dikarenakan Setiap tahunnya UEU menggelar acara, Bandung juga memiliki sisi historis dan suasana yang mendukung dalam melahirkan karya seni.
“Jadi agenda mahasiswa DKV itu mengikuti tiga kali workshop dan pelatihan yakni Bandung Arts Explore untuk mahasiswa semester dua, Jogja Arts Explore untuk semester 4 dan Singapore Arts Explore semester 6,” terang Fuad di Universitas Esa Unggul beberapa waktu yang lalu.
Suasana Saat Para Mahasiswa Melakukan Workshop
Fuad berharap para mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini mampu mendapatkan ide-ide dan konsep-konsep baru yang dapat melahirkan karya-karya yang dapat dinikmati oleh masyarakat luas. “Mudah-mudahan kegaiatan ini dapat bermanfaat bagi para mahasiswa untuk meningkatkan fondasi mereka di bidang desain yang kaitannya sangat erat dengan karya seni lukis,” tutup Fuad.

Selasa, 19 Maret 2019

Bantu Rebranding Museum Batik, Mahasiswa FDIK UEU Gelar Pengabdian Masyarakat


Esaunggul.ac.id, Sebanyak 40 mahasiswa Fakultas Desain dan Industri Kreatif (FDIK) Esa Unggul mengujungi museum Batik, Pekalongan, Jawa Tengah. Kunjungan mereka ini bertujuan untuk melakukan penmas (Pengabdian Masyarakat). Pengabdian Masyarakat Mahasiswa UEU ini menyasar pada re-branding Museum Batik sebagai salah satu destinasi wisata yang telah diakui oleh lembaga dunia UNESCO.
Fazri, mahasiswa FDIK yang turut serta dalam Pengabdian masyarakat itu mengatakan Pengabdian masyarakat ini diawali dengan kunjugan ke Museum Batik selama tiga hari. Dalam kunjungan tersebut sejumlah kegiatan dilakukan seperti Riset, Pengambilan gambar dan melihat sejumlah karya yang dipamerkan di dalam museum.
“Kegiatan Pengabdian masyarakat ini kami awali dengan melakukan riset tentang materi-materi apa saja yang dibutuhkan untuk mengerjakan rebranding kepada Museum Batik ini, karena dalam rebranding ini kami mengeksplorasi hal menarik apa yang bisa ditunjukan kepada masyarakat luas agar mereka tertarik untuk mengunjungi museum Batik,” Ujar Fazri di Universitas Esa Unggul, beberapa waktu yang lalu.
Dirinya pun menambahkan, selepas melakukan kunjungan awal dimuseum batik mereka akan membuat sejumlah karya untuk merepresentasikan museum batik kepada masyarakat. Karya-karya yang mahasiswa FDIK buat diantaranya Desain Logo, Poster, Video, Corporate Identity dan Video Mapping.
“Nantinya karya-karya yang akan kami buat akan merepresentasikan Musem Batik sebagai salah satu destinasi wisata yang menarik bagi masyarakat terutama generasi milenial yang kurang tertarik mengunjungi museum. Nah ini salah satu tugas kita untuk mencari desain yang menarik yang dapat digunakan nantinya,” ucapnya.
Selain digunakan untuk mereberanding, Fazri melanjutkan karya-karya ini juga digunakan untuk memenuhi Tugas pada mata kuliah Desain Komunikasi Visual. Hal ini dilakukan agar para mahasiswa bersungguh-sungguh dalam membuat karya yang nantinya digunakan untuk pengabdian masyarakat.
Fazri berharap kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dapat memberikan manfaat yang besar terhadap branding museum Batik kepada masyarakat dan bagi mahasiswa program pengabdian masyarakat ini mampu memberikan pengalaman kepada mahasiswa FDIK bagaimana melakukan branding dengan karya.
“Mudah-mudahan ini menjadi momentum bagi para mahasiswa untk meningkatkan pengalaman serta skill dalam membuat karya selain untuk mereka sendiri, karya-karya ini dapat bermanfaat dan dinikmati oleh masyarakat luas,” tutupnya.

Selasa, 12 Februari 2019

Begini Serunya Pengabdian Masyarakat DKV Esa Unggul di Pulau Tidung


Esaunggul.ac.id, Dengan mengambil tema “Kehidupan Laut” sejumlah mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) menggelar acara ngemural di salah satu gardu Listrik yang sudah tidak terpakai di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu. Kegiatan mural yang dilakukan oleh mahasiswa DKV ini merupakan rangkaian dari Pengabdian Masyarakat mahasiswa dan Dosen DKV UEU, yang dilaksanakan tanggal 7-9 Februari 2019.
Ketua Program Studi DKV UEU, Ahmad Fuad, S.Sn, M.Ds menerangkan tujuan diadakan Pengabdian Masyarakat ini selain untuk memberikan pengalaman kepada mahasiswa, Abdimas ini juga menyasar pada kampanye perlindungan alam menggunakan media mural 3 D oleh dosen dan mahasiswa DKV Esa unggul di pulau tidung.
“Kegiatan Mural oleh mahasiswa UEU ini digelar sebagai bagian dari Penmas (Pengabdian Masyarakat),bukan hanya mural yang dikerjakan akan tetapi ada juga pelatihan mendesain kemasan produk kepada masyarakat di Pulau Tidung,” ujar Fuad di Universitas Esa Unggul beberapa waktu yang lalu.


Fuad berharap kegiatan Pengabdian Masyarakat yang digelar oleh Mahasiswa DKV ini mampu memberikan pengalaman baru kepada mahasiswa bahawasanya keahlian yang dimiliki selama berkuliah dapat bermanfaat bagi masyarakat luas. “Mudah-mudahan kegiatan ini memberikan kesadaraan kepada seluruh mahasiswa keahlian sekecil apapun yang dmiliki oleh mereka yang didapat saat berada di bangku kuliah dapat bermanfaat bagi masyarakat luas,” tutupnya.

Rabu, 06 Februari 2019

Bahas Industri 4.0, Esa Unggul Citra Raya Gelar Seminar dan Workshop di SMA 3 Kabupaten Tangerang


Esaunggul.ac.id, Universitas Esa Unggul Citra Raya menggelar Seminar dan Workshop di SMAN 3 Kabupaten Tangerang, Jumat (01/02). Seminar dan Workshop kali ini mengangkat tema “Mempersiapkan Diri Menuju Daya Saing di Era 4.0.” Sejumlah pembicara berkompeten pun dihadirkan dalam acara ini diantaranya Direktur Kampus Citra Raya UEU, Dr.Drs. Dihin Septyanto, ME dan Kepala Program Studi Desain Komunikasi Visual Ahmad Fuad, S.Sn, M.Ds.
Dihin Septyanto, sebagai pembicara pertama menuturkan terkait Prespektif Perkembangan Karier di Era Industri 4.0. Menurutnya saat ini banyak pekerjaan yang akan terganti oleh pengaruh Industri 4.0. hal ini dikarenakan semakin menyebarnya pengaruh Digital dan kemudahan dalam mengakses sesuatu. “Mungkin di masa depan nantinya, banyak pekerjaan yang dulunya ada, akan tergerus akibat digital disruption, untuk itu kalian harus membekali diri kalian untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan kalian terutama dalam hal soft skill,” terang Dihin di SMAN 3, beberapa waktu yang lalu.
Namun dirinya pun tidak menampik, dari digital disruption ini sejumlah pekerjaan baru akan hadir dan menjadi salah satu pilihan anak-anak muda yakni generasi milineal untuk berkarir. “Mekipun banyak pekerjaan yang nantinya hilang namun banyak pula pekerjaan-pekerjaan baru yang akan hadir dan memberikan kalian kesempatan untuk berkarir di sana,” ujar Dihin.


Sementara itu, Kaprodi DKV UEU, Ahmad Fuad, yang menjadi pembicara kedua membahas Peluang Milineal dalam menghadapi era industri 4.0 dibidang kreatif khususnya dunia Fotografi dan Desain. Menurutnya, pada industri 4.0 saat ini banyak peluang yang bisa dimanfaatkan oleh anak muda untuk menyalurkan minat dan bakatnya terutama dibidang seni.
“Fotografi dan Desain merupakan peminataan yang dapat dikembangkan di dunia industri saat ini, yang bergerak pada digitalisasi. Metode Visualisasi suatu produk baik secara foto ataupun Video saat ini marak dilakukan oleh sejumlah brand-brand ternama, sehingga sangat tepat jika anak muda memperdalam bidang Desain dan Fotografi,” ujarnya.
Desain Komunikasi Visual merupakan jawaban bagi generasi milineal yang memiliki kreativitas dibidang desain dan Fotografi. Fuad melanjutkan pada dunia digital saat ini banyak memerlukan visual informasi, baik itu format vektor maupun format bitmap. Semua kebutuhan terkait visual informasi tersebut dipelajari dalam Program Studi Desain Komunikasi Visual Esa Unggul.


Fuad berharap para anak muda (Generasi Milineal) mampu mengupgrade skill disejumlah bidang, hal ini dikarenakan paltform pembelajaran untuk mengupgrade keahlian saat ini banyak tersebar di sejumlah media sehingga sangat sayang sekali jika tidak dimanfaatkan. Karena dengan mengupgrade skill kita mampu melihat peluang apa saja yang akan kita dapatkan di masa depan.
” Untuk generasi milineal saat ini kalian harus mau mengupgrade keahlian kalian, karena Keahlian itu bagaikan jaring ikan, semakin banyak keahlian, semakin besar jaring ikan yang kita miliki, dengan jaring ikan yang besar akan banyak ikan dan berbagai jenis ikan yang akan kita dapatkan, berarti akan banyak kerjaan dan jenis kerjaan yg dapat kita dapatkan nantinya.” tutup Fuad.

Senin, 04 Februari 2019

Suguhkan Realitas Kehidupan Lewat Gambar, Mahasiswa DKV UEU Gelar Pameran Seni

Sejumlah Karya yang ditampilkan dalam Pameran

Esaunggul.ac.id, Pemandangan berbeda terlihat di Lobi Gedung Utama Universitas Esa Unggul, terlihat sejumlah karya lukis berjejeran menghiasi pelataran lobi UEU. Tak disangka, Karya lukis yang banyak menyita perhatian mahasiswa, dosen hingga masyarakat itu merupakan karya yang dibuat oleh mahasiswa semester satu Prodi Desain Komunikasi Visual, Universitas Esa Unggul.
“Realitas Kehidupan” begitulah tema dari pameran mahasiswa DKV kali ini ujar Dosen DKV Esa Unggul Drs. Teguh Imanto. Teguh mengatakan karya yang ditampilkan dalam pameran ini merupakan tugas dari matakuliah Gambar Bentuk yang dikerjakan oleh sekitar 86 Mahasiswa Semester satu DKV Esa Unggul. Dirinya pun menambahkan pameran ini diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam hal mengambarkan suatu objek sebenarnya di alam.

Karya-karya yang ditampilkan dalam Pameran

“Jadi Pameran seni kali ini dikerjakan oleh 54 mahasiswa Reguler dan 32 mahasiswa paralel DKV, prosesnya mereka kerjakan selama satu semester. Karya-karya yang ditampilakan dalam pameran ini merupakan karya-karya terbaik mereka yang mendapatkan nilai A dan A min,” ucap Teguh di Universitas Esa Unggul, Jakarta Barat.
Teguh pun menerangkan sebelum karya tersebut dipamerkan, karya-karya itu harus diseleksi lebih dahulu serta harus mendapatkan asistensi dari dirinya langsung sebelum akhirnya dieksekusi menjadi karya utuh. “Prosesnya itu lumayan panjang untuk menjadi satu karya, awal pertemuan masih banyak mahasiswa yang kebingungan untuk membuat karya, untuk itu mereka harus aktif bertanya kepada saya sebagai dosen mata kuliah ini.” terangnya
Hal utama yang menjadi perhatian Teguh dalam menilai karya-karya yang dihasilkan oleh mahasiswa yakni proporsi dari hasil gambar dengan realitas benda yang menjadi objek. “Pertama mereka melakukan pengamatan terhadap suatu benda kemudian membuat sketsa lalu diasistensi oleh saya apakah proporsinya tepat atau tidak, terutama proporsi ukuran agar tidak janggal dan juga memperhatikan gelap terangnya. Jika sudah, maka langsung saya suruh arsir dan mengeksekusi karya mereka,” ungkapnya.

Suasana Saat Pembukaan Pameran

Kategori-kategori yang dihadirkan dalam pameran tersebut, Teguh melanjutkan dipisahkan berdasarkan teknik pengambaran yang berbeda sesuai dengan mata kuliah Gambar Bentuk. Gambar bentuk menjadi mata kuliah yang diajarkan di semester awal mahasiswa DKV Esa Unggul, menurut teguh Mata kuliah ini penting diajarkan guna memperkenalkan gambar secara nyata sesuai dengan objek dilapangan kepada mahasiswa. Mata kuliah ini juga menjadi pengantar mahasiswa untuk masuk ke mata kuliah gambar ilustrasi di semester selanjutnya.
Teguh berharap dari pameran seni ini mahasiswa mampu meningkatkan kemampuan dalam hal seni menggambarkan sehingga ke depanya mereka mampu menelurkan suatu karya dan prestasi yang dapat membanggakan dirinya dan berguna di masa depan. “Mudah-mudahan dalam pameran ini, mahasiswa mendapatkan pengalaman yang sangat besar terutama dalam membuat sebuah karya yang dapat dinikmati dan diapresiasi oleh berbagai kalangan, dan perlu diingat para mahasiswa ini merupakan para calon seniman yang tentunya harus menghasilkan suatu karya, jangan hanya omdo,” tutupnya.
Pameran seni “Realitas Kehidupan” akan diselenggarakan mulai tanggal 31 Januari hingga akhir Februari 2019. Pembukaan dari pameran Seni ini dilakukan langsung oleh Rektor Universitas Esa Unggul Dr.Ir. Arief Kusuma, M.B.A. Pengunjung dalam pameran ini juga bisa membeli karya yang ditampilkan loh!

Rabu, 19 Desember 2018

Nyatakan Cita Menggapai Mimpi Bareng Mahasiswa DKV UEU di Panti Asuhan Triasih


Foto Bersama Mahasiswa dan Panti Asuhan
Foto Bersama Mahasiswa dan Panti Asuhan
Esaunggul.ac.id, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Esa Unggul menggelar acara berbagi bersama dan apresiasi karya dengan tema Nyatakan Cita Menggapai Mimpi” bersama anak-anak luar biasa di Panti Asuhan Triasih (16/12), Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Salah satu panitia acara DKV, Muhammad Haekal mengatakan acara ini bertujuan mengapresisasi anak-anak luar biasa untuk berkarya. Menunjukan kepada kita bahkan mereka bahwa semua orang termasuk mereka tetap bisa berkarya dan menghasilkan karya yang menakjubkan. Di sisi lain Haekal mengatakan dirinya bersama teman-teman DKV mendapat pengalaman baru dan bertambahnya wawasan tentang penyandang tunagrahita.
Berbagi Bersama dan Berkarya bersama
Berbagi Bersama dan Berkarya bersama
“Acara ini kami gagas untuk mengapresiasi anak-anak luar biasa terutama dalam hal karya, baik dalam mengambar, melukis dan kegiatan seni lainya. Karena kami yakin, tidak ada yang mampu membatasi karya seni seseorang dalam berkarya meskipun dalam kondisi berkekurangan. Bahkan banyak teman-teman yang memiliki kekurangan membuahkan karya yang luar biasa bagus,” ujar Haekal, di Universitas Esa Unggul, Jakarta Barat (16/12/2018).
Foto Bersama Saat Acara DKV
Foto Bersama Saat Acara DKV
Haekal berharap dari acara yang digelar oleh HMJ DKV mampu meningkatkan kepedulian para mahasiswa dalam hal berbagi ilmu dan keceriaan bersama teman-teman Tunagrahita dan dapat meningkatkan kepercayaan diri teman-teman Tunagrahita untuk mampu berkarya di masa depan.
“Pesanya bahwa semua orang pasti mempunyai keunggulan dibalik kekurangan yang ada, dan tidak ada satu pun ciptaan Tuhan yang sia-sia, termasuk mereka, karena mereka juga termasuk orang yang hebat yang mempunyai semangat luar biasa meski ada kekurangan dalam dirinya dan mereka mampu menunjukan kepada dunia,” tutupnya.

Minggu, 12 November 2017

Ditangan Kreatif Mahasiswa Desain Produk, Batik Diubah Menjadi Produk yang Ciamik

Sejumlah Karya Batik yang Dipamerkan dalam Pameran Transformasi

Esaunggul.ac.id, Jakarta Barat, Batik menjadi salah satu wujud kebudayaan Indonesia yang telah diakui dunia, namun sayangnya orang Indonesia sendiri belum terlalu bangga untuk mengenakan batik dikarenakan desain yang dianggap kolot dan ketinggalan zaman. Untuk mengubah presepsi tersebut, mahasiswa jurusan desain Produk Esa Unggul mengadakan pameran Batik yang bertajuk Transformasi.
Salah satu creator pameran Batik Tranformasi Nia Aldaniya menjelaskan pameran transformasi ini merupakan pengaplikasian dari Mata kuliah komputer grafis industri yang diajarkan di jurusan desain produk dalam hal ini mahasiswa mampu menggunakan aplikasi grafis untuk membuat suatu produk yang kreatif dan inovatif.
“Dalam pameran ini tema yang kami ambil ialah transformasi, tema ini kami ambil karena dalam prosese pembuatannya kami memodifikasi bentuk batik-batik yang sudah ada menjadi bentuk-bentuk yang lebih moderen dan sederahana tentunya dengan menerapkan warna-warna terkesan menarik tapi tidak menghilangkan makna dari batik itu sendiri,” ujar Nia di Universitas Esa Unggul, Jakarta Barat, Selasa (08/11/2017).
Pameran Batik Transformasi
Proses kreatif pembuatan Batik tersebut, Nia menjelaskan proses pertama ialah mencari referensi dari batik-batik yang sudah ada, langkah kedua membuat desain untuk batik tersebut menjadi bentuk baru dan lebih moderen, langkah ketiga yakni membuat mock up desain pada produk yang akan dibuat.Dan proses terakhir yakni percetakan bahan dan penjahitan. Secara keseluruhan proses ini memakan waktu 3-4 minggu.
Nia pun menerangkan hasil batik yang dibuat oleh dirinya dalam pameran Transformasi yakni Batik Banyumas, batik Banyumas yang dibuat oleh dirinya ialah penggabungan pola motif batik petani banyumas dan motif batik gringsing dengan menyederhanakan bentunya supaya lebih moderen. “Batik Banyumas yang dimodifikasi ini merupakan batik unik, karena selain penggabugangan dua motif yang berbeda, saya pun menerapkan batik ini dalam modelloose dress dengan bentuk sederhana namun terlihat lebih trendi,” ujarnya.
Dia berharap dari hasil pameran ini masyarakat dapat menyadari tentang betapa pentingnya menghargai budaya sendiri salah satunya yakni Batik, dengan cara mengembangkan batik dan bangga mengenakan batik sebagai indentitas bangsa dan negara.
“Dari pameran ini saya dan teman-teman yang terlibat dalam project ini menginginkan adanya kebanggan dari masyarakat khusunya anak muda untuk dapat mengenakan batik sebagai indesntitas bangsa dan adanya inovasi dan kreatifitas untuk memperkenalkan lebih luas corak dan motif batik yang ada di Indonesia kepada seluruh dunia,” tutupnya.
Suasana Saat Pameran Batik Esa Unggul
Pameran batik Transformasi yang diadakan oleh Program studi Desain Produk ini menghadirkan berbagai macam rupa produk, mulai dari baju formal batik, Long Dress Batik hingga tas yang bercorak batik. Sebanyak 14 mahasiswa Desain Produk mengikuti pameran yang berlangsung di Lobi Gedung Utama Esa Unggul.

Selasa, 05 September 2017

Tung Fang Desain University Taiwan Kunjungi Esa Unggul


Kunjungan Tung Fang Desain University ke Esa Unggul
Kunjungan Tung Fang Desain University ke Esa Unggul
Esaunggul.ac.id, Jakarta Barat, Tung Fang Desain University dari Taiwan mengunjungi Esa Unggul Selasa (05/09) lalu. Delegasi Tung Fang University yang berjumlah lima orang itu langsung menghadap Rektor Universitas Esa Unggul Dr.ir. Arief Kusuma, M.B.A untuk melakukan ramah tamah di ruang rektorat.
Kunjungan Tung Fang ke Esa Unggul yakni melakukan kerja sama serta melihat penyelenggaran pendidikan Universitas Esa Unggul khususnya di bidang Desain dan Industri Kreatif. Salah satu Perwakilan Tung Fang Desain University Huang mengatakan Kunjungan institusinya ke Esa Unggul bertujuan untuk meningkatkan kerjasama akademik terutama di bidang Desain.
“Kunjungan kami ini bertujuan untuk melakukan kerjasama dengan Esa Unggul di sejumlah bidang terutama dalam hal desain dan komunikasi, kami melihat Esa Unggul sebagai sebuah institusi menjadi salah satu perguruan Tinggi yang terbaik khususnya di bidang Desain dan komunikasi Visual,” tutur Huang di lobi Esa Unggul (05/09/2017).
Dia pun berharap dalam kunjungan dan kerja sama yang dilakukan oleh kedua institusi di bidang Desain dan industri kreatif mampu membuahkan hasil pertukaran ilmu antar civitas baik dosen dan mahasiswa. Menurutnya hal ini menjadi salah satu momentum bagi dua Universitas beda negara ini meningkatkan
“Saya berharap dari kerjasama dan kunjungan ini, kami dari Tuang fang University dapat meningkatkan kualitas akademik kami khususnya di bidang Desain dan Industri Kreatif, begitu juga Esa Unggul. Ini merupakan langkah yang sangat baik bagi Esa Unggul dan Institusi kami bekerja sama di bidang desain, advertaising desain dan industri kreatif lainnya,” tutupnya.
Selepas mengadakan ramah tamah dengan Rektor, delegasi Tung Fang ditemani Rektor Wakil Rektor dan dosen Fakultas Desain dan Ilmu Kreatif langsung mengadakan foto bersama. Sementara siangnya para delegasi dijamu oleh Rektor Universitas Esa Unggul untuk makan siang.

Rabu, 02 Agustus 2017

Bincang Pagi Fakultas Desain Esa Unggul Bersama Radio KBR


Acara Radio Show Ruang Publik bersama KBR
Acara Radio Show Ruang Publik bersama KBR
Esaunggul.ac.id, Jakarta Barat, Esa Unggul kembali mengadakan bincang pagi dengan Kantor Berita Radio (KBR). Setelah sebelumya talkshow KBR bersama dengan Program Studi Farmasi Esa Unggul tiga pekan lalu, kali ini giliran Fakutas Desain dan Ilmu Kreatif (FDIK) Esa Unggul yang berbincang memperkenalkan Produknya kepada 100 radio KBR di seluruh Indonesia.
Program Talkshow KBR bersama FDIK mengambil tema “Program Kreatif Sebagai Penggerak Ekonomi” menghadirkan tiga narasumber yakni Rektor Esa Unggul Dr.ir. Arief KusUma, M.B.A, Dekan FDIK Oskar Judianto, S.Sn.,MM., M.Des dan Ketua Jurusan Desain Produk Jhon Viter M.S.Des., M.Des.
Dalam bincang pagi tersebut Oscar Judianto Dekan FDIK, menjelaskan mengenai berbagai keunggulan yang didapat oleh mahasiswa Fakultas Desain dalam menjalani perkuliahan Desain di Esa Unggul. Salah satunya ialah keunggulan dari segi praktikum dan kesesuaian pekerjaan yang akan didapatkan oleh mahasiswa yang berkuliah di Fakultas Desain Esa Unggul.
“Keunggulan yang kami tawarkan pada fakultas desain Esa Unggul yakni kami mendorong mahasiswa untuk belajar lebih aktif hal ini didukung dengan sistem pengajaran kami yang mengutakan segi praktikum, tentunya komposisi praktik dengan teori sudah kami atur yakni 30 persen teori dan 70 persen praktik. Sehingga nantinya lulusan kami secara Hard Skill bisa lebih siap di dunia pekerjaan,”tutur Oskar, Rabu (02/08/2017).
Oskar pun menambahkan keunggulan lainnya yang bisa didapatkan jika ada anak muda yang tertarik dengan FDIK Esa Unggul yakni mereka akan diberikan ruang ekspresi seluas-luasnya dengan mengikuti berbagai ajang pameran produk kreatif dan desain baik tingkat nasional dan internasional.
“Di Fakultas Desain Esa Unggul, kami memberikan ruang seluas-luasnya kepada para mahasiswa yang ingin berkarya dan mempunyai karya desain yang unik dan kreatif, salah satunya kami dorong untuk memamerkan hasil karyanya pada ajang-ajang pameran nasional dan internasional. contohnya kemarin kita ikuti ajang pameran Casa dan yang paling anyar kita mengikuti ajang internasional yakni Thailand Expo 2017,” katanya.
Senada dengan Oskar, Kajur Desain Produk Esa Unggul Jhon Viter pun mengungkapkan di Esa Unggul pembelajaran mengenai desain, khusunya desain produk harus menyesuaikan dengan perkembangan atau tren yang sedang berkembang saat ini. Hal ini penting dilakukan karena mahasiswa Esa Unggul harus dapat tanggap terhadap kebutuhan pasar tanpa harus meninggalkan idealisme yang dimiliki oleh para mahasiswa yang nantinya akan menjadi pekerja Desain.
“Pembelajaran desain di Esa Unggul ini menitikberatkan pada proses kreatif, dalam artian kami mendorong mahasiswa desain untuk mengikuti arus perkembangan desain yang saat ini sangat cepat berubah. Saya ambil contoh produk handphone, desainnya kan setiap tahun bahkan bulan terus dinamis dan berubah, untuk itu penting bagi para mahasiswa untuk mempelajari isu-isu desain produk yang sedang tren, atau bahkan berpikir untuk memunculkan sebuah tren desain,” ucap Viter.
Viter pun menerangkan jika para lulusan Desain Produk di Esa Unggul memiliki peluang pekerjaan yang sangat luas, selain dikarenakan jurusan ini terkait dengan produk-produk teknologi yang sering berkembang kebutuhan akan lulusan dari desain produk sangat dicari dengan dunia industri bahkan banyak pula lulusan desain Esa Unggul yang menjadi seorang Enterpreneur (Wirausaha).
“Nantinya jika mereka lulus dari Desain Produk Esa Unggul, mereka tidak akan khawatir untuk mendapatkan pekerjaan karena industri desain ini sangatlah luas, kebutuhan akan lulusan desain dewasa ini sangat meningkat. Apalagi lulusan kami juga dibekali dengan jiwa enterpreneurship (kewirausahaan), jadi selain menjadi pelengkap industri kreatif lulusan kami pun menjadi pelaku industri ini,” ucapnya.
Sementara itu, penyiar radio KBR Swarah Madiena yang menjadi pemandu acara bincang Talkshow tersebut mengungkapkan sangat antusias dengan siaran yang dilakukan bersama dengan Universitas Esa Unggul. Selain membawa suasana baru dalam siaran, dia juga tertarik dengan bincang-bincang mengenai pendidikan.
“Seru sih siaran radionya disini, ada angin baru soalnya selama ini saya hanya siaran di kantor saja sekarang bisa siaran di lingkungan pendidikan berasa seperti jadi mahasiswa lagi,” terangnya.
Begitu Interaktifnya Acara Ruang Publik KBR
Begitu Interaktifnya Acara Ruang Publik KBR
Wanita yang juga menjadi News Anchor di TVRI ini pun berharap kerjasama KBR dengan Esa Unggul nantinya dapat kembali terjalin, kerana menurutya promosi melalui siaran radio saat ini sangatlah efektif disamping karena segmentasi pendengar KBR itu menyentuh ke berbagai kalangan, siaran ini pun mengudara di 100 radio yang tersebar di seluruh provinsi Indonesia.
“Bincang-bincang tadi sangat menarik, ini bisa mejadi nilai tambah bagi Universitas Esa Unggul untuk dapat mempromosikan program studi di beberapa fakultasnya. Bahkan dari saat live interaktif banyak yang menanyakan terkait biaya kuliah di Esa Unggul apakah terjangkau atau tidak, ini menandakan banyak masyarakat yang tertarik dengan promosi yang dilakukan Esa Unggul khususnya FDIK. Mudah-mudahan bisa lanjut kerjasama Esa Unggul dengan KBR,”tutupnya.
Talkshow Program Ruang Publik KBR dengan Esa Unggul mengambil tempat di pelataran taman yang berhadapan langsung dengan kolam dan air mancur Universitas Esa Unggul. Dalam Talkshow tersebut set-up yang dihadirkan juga melibatkan beberapa karya produk dari mahasiswa Fakultas Desain dan Ilmu Kreatif Universitas Esa Unggul di antaranya produk yang dipamerkan yakni Desain sepeda moderen, Desain pesawat dan desain kesenian patung.
Acara yang dimulai dari pukul 09.00 hingga 10.00 WIB itu berlangsung seru dan atraktif karena menerima pertanyaan dari para pendengar setia KBR. Selain bisa mendengar lewat radio talkshow ini, program KBR ini juga disiarkan secara live Streaming di situs berbagi video Youtube.

Kamis, 01 Juni 2017

Unjuk Gigi Mahasiswa Desain Esa Unggul Di Pameran CASA Indonesia 2017


Desain Mahasiswa Esa Unggul di Pameran CASA Indonesia 2017
Desain Mahasiswa Esa Unggul di Pameran CASA Indonesia 2017

Unjuk Gigi Mahasiswa Desain Esa Unggul Di Pameran CASA Indonesia 2017

Esaunggul.ac.id, Jakarta Barat, Pameran Desain Casa yang dihelat di Hotel Ritz Carlton menjadi ajang unjuk gigi beberapa perusahaan desin baik dalam maupun luar negeri. Bukan hanya perusahaan dan individu yang ikut meramaikan acara yang digelar oleh majalah desain tersebut, lembaga pendidikan yakni Universitas Esa Unggul pun ikut meramaikan perhelatan tahunan tersebut.
Universitas Esa Unggul yang telah berpartisipasi dua kali dalam acara tersebut, tahun ini memamerkan hasil karya mahasiswa/mahasiswinya yakni dua kursi Lazy Chair yang berkonsep Sense of Modern dan Sense of Nature Art, selain itu mahasiswa Esa Unggul pun membuat lampu 3D dari Rotan yang diberi nama Lampu Castello.
Penanggung jawab stand Esa Unggul Geggy Gamal S., S.Des, M.Des, mengatakan keikutsertaan Esa Unggul dalam acara ini merupakan sebuah motivasi mahasiswa Fakultas Desain untuk dapat berasing dan unjuk gigi kepada pencinta dan pelaku desain profesional bahwasanya kami memiliki potensi yang baik dalam memasuki industri ini.
“Ajang pameran ini kami manfaatkan untuk memperkenalkan karya mahasiswa desain produk dari Esa unggul ke pecinta dan pelaku desain, dan agar produk kami bisa go internasional,” tutur Geggy, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta Selatan (01/06/2017).
Kepala Pusat Studi Fakultas Desin dan Industri Kreatif ini pun menjelaskan karya yang dipamerkan mahasiswa Esa Uggul ini dikerjakan dengan integritas dan profesionalisme yang tinggi dari mahasiswa yang jumlahnya sebanyak enam orang.
Lazy Chair dan Lampu Castello
Lazy Chair dan Lampu Castello
“Tim mahasiswa yang mengerjakan ketiga produk ini sangat profesional, mereka terdiri dari enam orang dan dikerjakan selama enam bulan,” tuturnya.
Ia pun menambahkan meski beberapa kendala dihadapi oleh tim desain produk untuk mengikuti ajang ini, akan tetapi mereka sangat bersemangat dan antusias menyelesaikan karya mereka sesuai deadline. “Beberapa kendala seperti biaya dan waktu dihadapi oleh tim desain kami, namun mereka tetap profesional menyelesaikan karya mereka,” ujarnya.
Meskipun dengan stand pameran yang sederhana, namun stand Esa Unggul diminati oleh pengunjung yang ingin mencoba menduduki produk yang dipamerkan seperi kursi Lazy Chair. Salah satu pengunjung yang mencoba kursi itu yakni Andreas Suryapratiwa, ia mengatakan sangat tertarik dengan desain kursi tersebut selain unik kursi tersebut sangatlah nyaman saat diduduki secara santai.
“Feel saat menduduki kursi itu tuh rasanya nyaman banget pengen tidur, saya juga suka banget sama desin kursinya yang mengusung harmoni alam,” tutur Andreas.
Andreas pun sempat kaget ketika yang mendesain kursi tersebut merpakan mahasiswa, ia menganggap kursi terbut merupakan karya seorang profesional desain. “Wah, ini karya mahasiswa yah? keren banget sih, inovatif dan kreatif banget saya suka nih sama karya-karya kreatif seperti ini,” ujarnya.
Selain Andreas, pengunjung lainnya pun tertarik mencoba kursi Lazy Chair, seperti Stefani Aryani, wanita 24 tahun yang datang bersama kekasih itu sangat antusias mencoba kursi Lazy Chair. “Enak nih kursinya, desainnya juga bagus banget,” tutur wanita yang berkerja sebagai pegawai Bank ini.
Seperti Andreas, Aryani pun menunjukan kekagumannya saat mengetahui produk yang dipamerkan di stand tersebut merupakan karya mahasiswa.”Luar biasa banget sih yang ngebuat, apalagi yang buat kan masih mahasiswa, kreatif,” terangnya.
Pameran Desain Casa Indonesia yang merupakan pameran desain terbesar di Indonesia telah memasuki tahun yang kedelapan. Tema yang diusung pada tahun ini ialah Completeness, Beyond Happiness. Jumlah peserta dalam pameran tersebut sekitar 64 peserta yang berasal dari kalangan pengusaha dan individu serta lembaga pendidikan.
Ajang tahunan ini digunakan untuk mengakomodir para pelaku industri kreatif di Indonesia agar mendapat tempat menunjukan karyanya secara nasional maupun internasional. Dalam pameran Casa tahun ini zona pameran terbagi menjadi Designers Showcase, Cook & Design Challange, Alumni CASA Design Challange, Young Designer, booth para tenants produk arsitektur dan interior, Architectural Project, Mi Casa, Trends Ambience, IDentities, serta Hystoria Video Tunnel hingga sajian design talk dan creative workshops.

Jumat, 14 Oktober 2016

Seminar dan Workshop oleh Fakultas Desain dan Industri Kreatif Universitas Esa Unggul dan PT. Venus Keramika Internasional


Seminar dan Workshop oleh Fakultas Desain dan Industri Kreatif
Seminar dan Workshop oleh Fakultas Desain dan Industri Kreatif

Seminar dan Workshop oleh Fakultas Desain dan Industri Kreatif Universitas Esa Unggul dan PT. Venus Keramika Internasional

Pada Jumat 14 Oktober 2016 lalu bertempat di Lobi Gedung C Universitas Esa Unggul, mahasiswa Fakultas Desain dan Industri Kreatif (Program Studi Desain Produk, Desain Komunikasi Visual dan Desain Interior) melakukan seminar dan workshop yang bekerjasama dengan PT. Venus Keramika, Dari FDIK di wakili oleh Ketua Jurusan Desain Interior Bapak Indra Gunara Rochyat, S.Sn., MA.
Kegiatan Seminar dan Kerjasama
Kegiatan Seminar dan Kerjasama

Kamis, 13 Oktober 2016

Penandatanganan Kerjasama Desain Interior Universitas Esa Unggul dengan PT. Sahabat Utama Traco


Penandatanganan Kerjasama Desain Interior Universitas Esa Unggul dengan PT. Sahabat Utama Traco
Penandatanganan Kerjasama Desain Interior Universitas Esa Unggul dengan PT. Sahabat Utama Traco

Penandatanganan Kerjasama Desain Interior Universitas Esa Unggul dengan PT. Sahabat Utama Traco

Pada tanggal 13 Oktober 2016 lalu bertempat di laboraturium fotografi FDIK Univesitas Esa Unggul, Program Studi Desain Interior melalukan penandatanganan kerjasama (MoU) dengan PT. Sahabat Utama Traco Traco (distributor rotring, parker dll). Dari FDIK di wakili oleh Ketua Jurusan Desain Interior Bapak Indra Gunara Rochyat, S.Sn., MA

Sabtu, 24 September 2016

Selamat Kepada Asnwati Mahasiswa FDIK Meraih Juara 3 Lomba Desain Batik Tingkat Nasional


Mahasiswa FDIK Meraih Juara 3 Lomba Desain Batik Tingkat Nasional
Mahasiswa FDIK Meraih Juara 3 Lomba Desain Batik Tingkat Nasional

Selamat Kepada Asnwati Mahasiswa FDIK Meraih Juara 3 Lomba Desain Batik Tingkat Nasional

Selamat kepada Asnawati (2013-24-009), mahasiswa FDIK Universitas Esa Unggul yang berhasil meraih juara 3 kompetisi DESAIN BATIK DIGITAL tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Diponegoro pada tanggal 24 September 2016.
Motif sugeng rawuh merupakan sebuah motif batik yg terinspirasi dari tarian khas semarang yakni Gambang Semarang. Yang biasanya ditampilkan pada saat acara-acara besar kebudayaan sekitar atau adat sekitar, berfungsi sebagai tarian penyambutan, tersaji dengan alat dari bilah-bilah kayu serta gamelan jawa yg orang Semarang menyebutnya Gambang .
Tari gambang semarang menggambarkan ekspresi seorang penari dengan vitalitas dan gairah tanpa disertai emosi yg berlebih. Ciri khas tarian ini sangat menggambarkan kepribadian masyarakat kota Semarang.
Dengan adanya motif batik ini diharapkan dpt memberikan kesan nilai edukasi bagi pemakainya. Didesain dengan tema *Popturistic* desainer memberikan corak warna pop art. Terkesan menggunakan warna-warna cerah, berani dan ekspresif sehingga tidak terlihat seperti desain warna batik pada umumnya yg terlihat kalem dan luwes. Motif ini nantinya dapat memberikan kesan segar, bahagia, fresh bagi pemakainya.
Batik adalah salah satu warisan budaya tradisi nasional, sehingga Universitas Diponegoro dalam memperingati Dies Natalis Ke-59 pada tahun 2016 ini dan dalam rangka hari Batik Nasional, menyelenggarakan kegiatan Batik In Campus (BiC). Kegiatan ini sesungguhnya sudah diselenggarakan sejak tahun 2011 oleh Departemen Teknik Industri Fakultas Teknik dan tujuan awal diadakannya BiC adalah untuk melestarikan batik dengan mengubah image batik yang kuno di mata mahasiswa, sehingga batik dapat tetap fashionable dan mahasiswa merasa bangga memakainya. BiC 6 tahun 2016 ini juga dilaksanakan dalam rangka mendukung salah satu program Universitas Diponegoro menjadikan kampus UNDIP yang lebih akrab dengan masyarakat umum melalui destinasi wisata edukasi .
Pada penyelenggaraan keenam tahun 2016 ini, BiC diisi oleh kegiatan pelatihan membatik, lomba desain batik, seminar nasional, bazaar batik dan kewirausahaan, dan sebagai puncak acara adalah pemilihan Putri Batik Kampus 2016. BiC 2016 mengambil tema “Glow up the Exquisite Side of Batik through the Pop-turistic E-Creative Land”.
Piala Pemenang
Piala Pemenang
Diskusi panel pada Seminar Nasional Batik in Campus ini diisi oleh narasumber Ir. Neil El Himam, MSc, (Direktur Fasilitasi Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi – Badan Ekonomi Kreatif) yang membawakan materi “Peran Batik Indonesia sebagai Pendukung Pertumbuhan Ekonomi Kreatif Nasional”, H. Dudung Alisyahbana (Ketua Paguyuban Pencinta Batik Pekalongan) : ‘Kekayaan Budaya Lokal Sebagai Inspirasi Batik Indonesia”, M. Lukman : (CEO Piksel Indonesia, Jbatik dan Batik Fractal) : “Batik Fraktal, membatik dengan matematika dan teknologi’ dan Gresia Amanda (Putri Indonesia Pariwisata 2015) : ‘Batik Indonesia, warisan kemanusiaan untuk budaya dunia yang fashionable’.