Rabu, 06 Februari 2019

Bahas Industri 4.0, Esa Unggul Citra Raya Gelar Seminar dan Workshop di SMA 3 Kabupaten Tangerang


Esaunggul.ac.id, Universitas Esa Unggul Citra Raya menggelar Seminar dan Workshop di SMAN 3 Kabupaten Tangerang, Jumat (01/02). Seminar dan Workshop kali ini mengangkat tema “Mempersiapkan Diri Menuju Daya Saing di Era 4.0.” Sejumlah pembicara berkompeten pun dihadirkan dalam acara ini diantaranya Direktur Kampus Citra Raya UEU, Dr.Drs. Dihin Septyanto, ME dan Kepala Program Studi Desain Komunikasi Visual Ahmad Fuad, S.Sn, M.Ds.
Dihin Septyanto, sebagai pembicara pertama menuturkan terkait Prespektif Perkembangan Karier di Era Industri 4.0. Menurutnya saat ini banyak pekerjaan yang akan terganti oleh pengaruh Industri 4.0. hal ini dikarenakan semakin menyebarnya pengaruh Digital dan kemudahan dalam mengakses sesuatu. “Mungkin di masa depan nantinya, banyak pekerjaan yang dulunya ada, akan tergerus akibat digital disruption, untuk itu kalian harus membekali diri kalian untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan kalian terutama dalam hal soft skill,” terang Dihin di SMAN 3, beberapa waktu yang lalu.
Namun dirinya pun tidak menampik, dari digital disruption ini sejumlah pekerjaan baru akan hadir dan menjadi salah satu pilihan anak-anak muda yakni generasi milineal untuk berkarir. “Mekipun banyak pekerjaan yang nantinya hilang namun banyak pula pekerjaan-pekerjaan baru yang akan hadir dan memberikan kalian kesempatan untuk berkarir di sana,” ujar Dihin.


Sementara itu, Kaprodi DKV UEU, Ahmad Fuad, yang menjadi pembicara kedua membahas Peluang Milineal dalam menghadapi era industri 4.0 dibidang kreatif khususnya dunia Fotografi dan Desain. Menurutnya, pada industri 4.0 saat ini banyak peluang yang bisa dimanfaatkan oleh anak muda untuk menyalurkan minat dan bakatnya terutama dibidang seni.
“Fotografi dan Desain merupakan peminataan yang dapat dikembangkan di dunia industri saat ini, yang bergerak pada digitalisasi. Metode Visualisasi suatu produk baik secara foto ataupun Video saat ini marak dilakukan oleh sejumlah brand-brand ternama, sehingga sangat tepat jika anak muda memperdalam bidang Desain dan Fotografi,” ujarnya.
Desain Komunikasi Visual merupakan jawaban bagi generasi milineal yang memiliki kreativitas dibidang desain dan Fotografi. Fuad melanjutkan pada dunia digital saat ini banyak memerlukan visual informasi, baik itu format vektor maupun format bitmap. Semua kebutuhan terkait visual informasi tersebut dipelajari dalam Program Studi Desain Komunikasi Visual Esa Unggul.


Fuad berharap para anak muda (Generasi Milineal) mampu mengupgrade skill disejumlah bidang, hal ini dikarenakan paltform pembelajaran untuk mengupgrade keahlian saat ini banyak tersebar di sejumlah media sehingga sangat sayang sekali jika tidak dimanfaatkan. Karena dengan mengupgrade skill kita mampu melihat peluang apa saja yang akan kita dapatkan di masa depan.
” Untuk generasi milineal saat ini kalian harus mau mengupgrade keahlian kalian, karena Keahlian itu bagaikan jaring ikan, semakin banyak keahlian, semakin besar jaring ikan yang kita miliki, dengan jaring ikan yang besar akan banyak ikan dan berbagai jenis ikan yang akan kita dapatkan, berarti akan banyak kerjaan dan jenis kerjaan yg dapat kita dapatkan nantinya.” tutup Fuad.

Senin, 04 Februari 2019

Suguhkan Realitas Kehidupan Lewat Gambar, Mahasiswa DKV UEU Gelar Pameran Seni

Sejumlah Karya yang ditampilkan dalam Pameran

Esaunggul.ac.id, Pemandangan berbeda terlihat di Lobi Gedung Utama Universitas Esa Unggul, terlihat sejumlah karya lukis berjejeran menghiasi pelataran lobi UEU. Tak disangka, Karya lukis yang banyak menyita perhatian mahasiswa, dosen hingga masyarakat itu merupakan karya yang dibuat oleh mahasiswa semester satu Prodi Desain Komunikasi Visual, Universitas Esa Unggul.
“Realitas Kehidupan” begitulah tema dari pameran mahasiswa DKV kali ini ujar Dosen DKV Esa Unggul Drs. Teguh Imanto. Teguh mengatakan karya yang ditampilkan dalam pameran ini merupakan tugas dari matakuliah Gambar Bentuk yang dikerjakan oleh sekitar 86 Mahasiswa Semester satu DKV Esa Unggul. Dirinya pun menambahkan pameran ini diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam hal mengambarkan suatu objek sebenarnya di alam.

Karya-karya yang ditampilkan dalam Pameran

“Jadi Pameran seni kali ini dikerjakan oleh 54 mahasiswa Reguler dan 32 mahasiswa paralel DKV, prosesnya mereka kerjakan selama satu semester. Karya-karya yang ditampilakan dalam pameran ini merupakan karya-karya terbaik mereka yang mendapatkan nilai A dan A min,” ucap Teguh di Universitas Esa Unggul, Jakarta Barat.
Teguh pun menerangkan sebelum karya tersebut dipamerkan, karya-karya itu harus diseleksi lebih dahulu serta harus mendapatkan asistensi dari dirinya langsung sebelum akhirnya dieksekusi menjadi karya utuh. “Prosesnya itu lumayan panjang untuk menjadi satu karya, awal pertemuan masih banyak mahasiswa yang kebingungan untuk membuat karya, untuk itu mereka harus aktif bertanya kepada saya sebagai dosen mata kuliah ini.” terangnya
Hal utama yang menjadi perhatian Teguh dalam menilai karya-karya yang dihasilkan oleh mahasiswa yakni proporsi dari hasil gambar dengan realitas benda yang menjadi objek. “Pertama mereka melakukan pengamatan terhadap suatu benda kemudian membuat sketsa lalu diasistensi oleh saya apakah proporsinya tepat atau tidak, terutama proporsi ukuran agar tidak janggal dan juga memperhatikan gelap terangnya. Jika sudah, maka langsung saya suruh arsir dan mengeksekusi karya mereka,” ungkapnya.

Suasana Saat Pembukaan Pameran

Kategori-kategori yang dihadirkan dalam pameran tersebut, Teguh melanjutkan dipisahkan berdasarkan teknik pengambaran yang berbeda sesuai dengan mata kuliah Gambar Bentuk. Gambar bentuk menjadi mata kuliah yang diajarkan di semester awal mahasiswa DKV Esa Unggul, menurut teguh Mata kuliah ini penting diajarkan guna memperkenalkan gambar secara nyata sesuai dengan objek dilapangan kepada mahasiswa. Mata kuliah ini juga menjadi pengantar mahasiswa untuk masuk ke mata kuliah gambar ilustrasi di semester selanjutnya.
Teguh berharap dari pameran seni ini mahasiswa mampu meningkatkan kemampuan dalam hal seni menggambarkan sehingga ke depanya mereka mampu menelurkan suatu karya dan prestasi yang dapat membanggakan dirinya dan berguna di masa depan. “Mudah-mudahan dalam pameran ini, mahasiswa mendapatkan pengalaman yang sangat besar terutama dalam membuat sebuah karya yang dapat dinikmati dan diapresiasi oleh berbagai kalangan, dan perlu diingat para mahasiswa ini merupakan para calon seniman yang tentunya harus menghasilkan suatu karya, jangan hanya omdo,” tutupnya.
Pameran seni “Realitas Kehidupan” akan diselenggarakan mulai tanggal 31 Januari hingga akhir Februari 2019. Pembukaan dari pameran Seni ini dilakukan langsung oleh Rektor Universitas Esa Unggul Dr.Ir. Arief Kusuma, M.B.A. Pengunjung dalam pameran ini juga bisa membeli karya yang ditampilkan loh!

Rabu, 19 Desember 2018

Nyatakan Cita Menggapai Mimpi Bareng Mahasiswa DKV UEU di Panti Asuhan Triasih


Foto Bersama Mahasiswa dan Panti Asuhan
Foto Bersama Mahasiswa dan Panti Asuhan
Esaunggul.ac.id, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Esa Unggul menggelar acara berbagi bersama dan apresiasi karya dengan tema Nyatakan Cita Menggapai Mimpi” bersama anak-anak luar biasa di Panti Asuhan Triasih (16/12), Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Salah satu panitia acara DKV, Muhammad Haekal mengatakan acara ini bertujuan mengapresisasi anak-anak luar biasa untuk berkarya. Menunjukan kepada kita bahkan mereka bahwa semua orang termasuk mereka tetap bisa berkarya dan menghasilkan karya yang menakjubkan. Di sisi lain Haekal mengatakan dirinya bersama teman-teman DKV mendapat pengalaman baru dan bertambahnya wawasan tentang penyandang tunagrahita.
Berbagi Bersama dan Berkarya bersama
Berbagi Bersama dan Berkarya bersama
“Acara ini kami gagas untuk mengapresiasi anak-anak luar biasa terutama dalam hal karya, baik dalam mengambar, melukis dan kegiatan seni lainya. Karena kami yakin, tidak ada yang mampu membatasi karya seni seseorang dalam berkarya meskipun dalam kondisi berkekurangan. Bahkan banyak teman-teman yang memiliki kekurangan membuahkan karya yang luar biasa bagus,” ujar Haekal, di Universitas Esa Unggul, Jakarta Barat (16/12/2018).
Foto Bersama Saat Acara DKV
Foto Bersama Saat Acara DKV
Haekal berharap dari acara yang digelar oleh HMJ DKV mampu meningkatkan kepedulian para mahasiswa dalam hal berbagi ilmu dan keceriaan bersama teman-teman Tunagrahita dan dapat meningkatkan kepercayaan diri teman-teman Tunagrahita untuk mampu berkarya di masa depan.
“Pesanya bahwa semua orang pasti mempunyai keunggulan dibalik kekurangan yang ada, dan tidak ada satu pun ciptaan Tuhan yang sia-sia, termasuk mereka, karena mereka juga termasuk orang yang hebat yang mempunyai semangat luar biasa meski ada kekurangan dalam dirinya dan mereka mampu menunjukan kepada dunia,” tutupnya.

Minggu, 12 November 2017

Ditangan Kreatif Mahasiswa Desain Produk, Batik Diubah Menjadi Produk yang Ciamik

Sejumlah Karya Batik yang Dipamerkan dalam Pameran Transformasi

Esaunggul.ac.id, Jakarta Barat, Batik menjadi salah satu wujud kebudayaan Indonesia yang telah diakui dunia, namun sayangnya orang Indonesia sendiri belum terlalu bangga untuk mengenakan batik dikarenakan desain yang dianggap kolot dan ketinggalan zaman. Untuk mengubah presepsi tersebut, mahasiswa jurusan desain Produk Esa Unggul mengadakan pameran Batik yang bertajuk Transformasi.
Salah satu creator pameran Batik Tranformasi Nia Aldaniya menjelaskan pameran transformasi ini merupakan pengaplikasian dari Mata kuliah komputer grafis industri yang diajarkan di jurusan desain produk dalam hal ini mahasiswa mampu menggunakan aplikasi grafis untuk membuat suatu produk yang kreatif dan inovatif.
“Dalam pameran ini tema yang kami ambil ialah transformasi, tema ini kami ambil karena dalam prosese pembuatannya kami memodifikasi bentuk batik-batik yang sudah ada menjadi bentuk-bentuk yang lebih moderen dan sederahana tentunya dengan menerapkan warna-warna terkesan menarik tapi tidak menghilangkan makna dari batik itu sendiri,” ujar Nia di Universitas Esa Unggul, Jakarta Barat, Selasa (08/11/2017).
Pameran Batik Transformasi
Proses kreatif pembuatan Batik tersebut, Nia menjelaskan proses pertama ialah mencari referensi dari batik-batik yang sudah ada, langkah kedua membuat desain untuk batik tersebut menjadi bentuk baru dan lebih moderen, langkah ketiga yakni membuat mock up desain pada produk yang akan dibuat.Dan proses terakhir yakni percetakan bahan dan penjahitan. Secara keseluruhan proses ini memakan waktu 3-4 minggu.
Nia pun menerangkan hasil batik yang dibuat oleh dirinya dalam pameran Transformasi yakni Batik Banyumas, batik Banyumas yang dibuat oleh dirinya ialah penggabungan pola motif batik petani banyumas dan motif batik gringsing dengan menyederhanakan bentunya supaya lebih moderen. “Batik Banyumas yang dimodifikasi ini merupakan batik unik, karena selain penggabugangan dua motif yang berbeda, saya pun menerapkan batik ini dalam modelloose dress dengan bentuk sederhana namun terlihat lebih trendi,” ujarnya.
Dia berharap dari hasil pameran ini masyarakat dapat menyadari tentang betapa pentingnya menghargai budaya sendiri salah satunya yakni Batik, dengan cara mengembangkan batik dan bangga mengenakan batik sebagai indentitas bangsa dan negara.
“Dari pameran ini saya dan teman-teman yang terlibat dalam project ini menginginkan adanya kebanggan dari masyarakat khusunya anak muda untuk dapat mengenakan batik sebagai indesntitas bangsa dan adanya inovasi dan kreatifitas untuk memperkenalkan lebih luas corak dan motif batik yang ada di Indonesia kepada seluruh dunia,” tutupnya.
Suasana Saat Pameran Batik Esa Unggul
Pameran batik Transformasi yang diadakan oleh Program studi Desain Produk ini menghadirkan berbagai macam rupa produk, mulai dari baju formal batik, Long Dress Batik hingga tas yang bercorak batik. Sebanyak 14 mahasiswa Desain Produk mengikuti pameran yang berlangsung di Lobi Gedung Utama Esa Unggul.

Selasa, 05 September 2017

Tung Fang Desain University Taiwan Kunjungi Esa Unggul


Kunjungan Tung Fang Desain University ke Esa Unggul
Kunjungan Tung Fang Desain University ke Esa Unggul
Esaunggul.ac.id, Jakarta Barat, Tung Fang Desain University dari Taiwan mengunjungi Esa Unggul Selasa (05/09) lalu. Delegasi Tung Fang University yang berjumlah lima orang itu langsung menghadap Rektor Universitas Esa Unggul Dr.ir. Arief Kusuma, M.B.A untuk melakukan ramah tamah di ruang rektorat.
Kunjungan Tung Fang ke Esa Unggul yakni melakukan kerja sama serta melihat penyelenggaran pendidikan Universitas Esa Unggul khususnya di bidang Desain dan Industri Kreatif. Salah satu Perwakilan Tung Fang Desain University Huang mengatakan Kunjungan institusinya ke Esa Unggul bertujuan untuk meningkatkan kerjasama akademik terutama di bidang Desain.
“Kunjungan kami ini bertujuan untuk melakukan kerjasama dengan Esa Unggul di sejumlah bidang terutama dalam hal desain dan komunikasi, kami melihat Esa Unggul sebagai sebuah institusi menjadi salah satu perguruan Tinggi yang terbaik khususnya di bidang Desain dan komunikasi Visual,” tutur Huang di lobi Esa Unggul (05/09/2017).
Dia pun berharap dalam kunjungan dan kerja sama yang dilakukan oleh kedua institusi di bidang Desain dan industri kreatif mampu membuahkan hasil pertukaran ilmu antar civitas baik dosen dan mahasiswa. Menurutnya hal ini menjadi salah satu momentum bagi dua Universitas beda negara ini meningkatkan
“Saya berharap dari kerjasama dan kunjungan ini, kami dari Tuang fang University dapat meningkatkan kualitas akademik kami khususnya di bidang Desain dan Industri Kreatif, begitu juga Esa Unggul. Ini merupakan langkah yang sangat baik bagi Esa Unggul dan Institusi kami bekerja sama di bidang desain, advertaising desain dan industri kreatif lainnya,” tutupnya.
Selepas mengadakan ramah tamah dengan Rektor, delegasi Tung Fang ditemani Rektor Wakil Rektor dan dosen Fakultas Desain dan Ilmu Kreatif langsung mengadakan foto bersama. Sementara siangnya para delegasi dijamu oleh Rektor Universitas Esa Unggul untuk makan siang.

Rabu, 02 Agustus 2017

Bincang Pagi Fakultas Desain Esa Unggul Bersama Radio KBR


Acara Radio Show Ruang Publik bersama KBR
Acara Radio Show Ruang Publik bersama KBR
Esaunggul.ac.id, Jakarta Barat, Esa Unggul kembali mengadakan bincang pagi dengan Kantor Berita Radio (KBR). Setelah sebelumya talkshow KBR bersama dengan Program Studi Farmasi Esa Unggul tiga pekan lalu, kali ini giliran Fakutas Desain dan Ilmu Kreatif (FDIK) Esa Unggul yang berbincang memperkenalkan Produknya kepada 100 radio KBR di seluruh Indonesia.
Program Talkshow KBR bersama FDIK mengambil tema “Program Kreatif Sebagai Penggerak Ekonomi” menghadirkan tiga narasumber yakni Rektor Esa Unggul Dr.ir. Arief KusUma, M.B.A, Dekan FDIK Oskar Judianto, S.Sn.,MM., M.Des dan Ketua Jurusan Desain Produk Jhon Viter M.S.Des., M.Des.
Dalam bincang pagi tersebut Oscar Judianto Dekan FDIK, menjelaskan mengenai berbagai keunggulan yang didapat oleh mahasiswa Fakultas Desain dalam menjalani perkuliahan Desain di Esa Unggul. Salah satunya ialah keunggulan dari segi praktikum dan kesesuaian pekerjaan yang akan didapatkan oleh mahasiswa yang berkuliah di Fakultas Desain Esa Unggul.
“Keunggulan yang kami tawarkan pada fakultas desain Esa Unggul yakni kami mendorong mahasiswa untuk belajar lebih aktif hal ini didukung dengan sistem pengajaran kami yang mengutakan segi praktikum, tentunya komposisi praktik dengan teori sudah kami atur yakni 30 persen teori dan 70 persen praktik. Sehingga nantinya lulusan kami secara Hard Skill bisa lebih siap di dunia pekerjaan,”tutur Oskar, Rabu (02/08/2017).
Oskar pun menambahkan keunggulan lainnya yang bisa didapatkan jika ada anak muda yang tertarik dengan FDIK Esa Unggul yakni mereka akan diberikan ruang ekspresi seluas-luasnya dengan mengikuti berbagai ajang pameran produk kreatif dan desain baik tingkat nasional dan internasional.
“Di Fakultas Desain Esa Unggul, kami memberikan ruang seluas-luasnya kepada para mahasiswa yang ingin berkarya dan mempunyai karya desain yang unik dan kreatif, salah satunya kami dorong untuk memamerkan hasil karyanya pada ajang-ajang pameran nasional dan internasional. contohnya kemarin kita ikuti ajang pameran Casa dan yang paling anyar kita mengikuti ajang internasional yakni Thailand Expo 2017,” katanya.
Senada dengan Oskar, Kajur Desain Produk Esa Unggul Jhon Viter pun mengungkapkan di Esa Unggul pembelajaran mengenai desain, khusunya desain produk harus menyesuaikan dengan perkembangan atau tren yang sedang berkembang saat ini. Hal ini penting dilakukan karena mahasiswa Esa Unggul harus dapat tanggap terhadap kebutuhan pasar tanpa harus meninggalkan idealisme yang dimiliki oleh para mahasiswa yang nantinya akan menjadi pekerja Desain.
“Pembelajaran desain di Esa Unggul ini menitikberatkan pada proses kreatif, dalam artian kami mendorong mahasiswa desain untuk mengikuti arus perkembangan desain yang saat ini sangat cepat berubah. Saya ambil contoh produk handphone, desainnya kan setiap tahun bahkan bulan terus dinamis dan berubah, untuk itu penting bagi para mahasiswa untuk mempelajari isu-isu desain produk yang sedang tren, atau bahkan berpikir untuk memunculkan sebuah tren desain,” ucap Viter.
Viter pun menerangkan jika para lulusan Desain Produk di Esa Unggul memiliki peluang pekerjaan yang sangat luas, selain dikarenakan jurusan ini terkait dengan produk-produk teknologi yang sering berkembang kebutuhan akan lulusan dari desain produk sangat dicari dengan dunia industri bahkan banyak pula lulusan desain Esa Unggul yang menjadi seorang Enterpreneur (Wirausaha).
“Nantinya jika mereka lulus dari Desain Produk Esa Unggul, mereka tidak akan khawatir untuk mendapatkan pekerjaan karena industri desain ini sangatlah luas, kebutuhan akan lulusan desain dewasa ini sangat meningkat. Apalagi lulusan kami juga dibekali dengan jiwa enterpreneurship (kewirausahaan), jadi selain menjadi pelengkap industri kreatif lulusan kami pun menjadi pelaku industri ini,” ucapnya.
Sementara itu, penyiar radio KBR Swarah Madiena yang menjadi pemandu acara bincang Talkshow tersebut mengungkapkan sangat antusias dengan siaran yang dilakukan bersama dengan Universitas Esa Unggul. Selain membawa suasana baru dalam siaran, dia juga tertarik dengan bincang-bincang mengenai pendidikan.
“Seru sih siaran radionya disini, ada angin baru soalnya selama ini saya hanya siaran di kantor saja sekarang bisa siaran di lingkungan pendidikan berasa seperti jadi mahasiswa lagi,” terangnya.
Begitu Interaktifnya Acara Ruang Publik KBR
Begitu Interaktifnya Acara Ruang Publik KBR
Wanita yang juga menjadi News Anchor di TVRI ini pun berharap kerjasama KBR dengan Esa Unggul nantinya dapat kembali terjalin, kerana menurutya promosi melalui siaran radio saat ini sangatlah efektif disamping karena segmentasi pendengar KBR itu menyentuh ke berbagai kalangan, siaran ini pun mengudara di 100 radio yang tersebar di seluruh provinsi Indonesia.
“Bincang-bincang tadi sangat menarik, ini bisa mejadi nilai tambah bagi Universitas Esa Unggul untuk dapat mempromosikan program studi di beberapa fakultasnya. Bahkan dari saat live interaktif banyak yang menanyakan terkait biaya kuliah di Esa Unggul apakah terjangkau atau tidak, ini menandakan banyak masyarakat yang tertarik dengan promosi yang dilakukan Esa Unggul khususnya FDIK. Mudah-mudahan bisa lanjut kerjasama Esa Unggul dengan KBR,”tutupnya.
Talkshow Program Ruang Publik KBR dengan Esa Unggul mengambil tempat di pelataran taman yang berhadapan langsung dengan kolam dan air mancur Universitas Esa Unggul. Dalam Talkshow tersebut set-up yang dihadirkan juga melibatkan beberapa karya produk dari mahasiswa Fakultas Desain dan Ilmu Kreatif Universitas Esa Unggul di antaranya produk yang dipamerkan yakni Desain sepeda moderen, Desain pesawat dan desain kesenian patung.
Acara yang dimulai dari pukul 09.00 hingga 10.00 WIB itu berlangsung seru dan atraktif karena menerima pertanyaan dari para pendengar setia KBR. Selain bisa mendengar lewat radio talkshow ini, program KBR ini juga disiarkan secara live Streaming di situs berbagi video Youtube.